Kamis, 02 Maret 2017

Ibu



 seorang ibu, merupakan sosok yang sangat penting di dalam rumah tangga. Begitu berat peran yang di emban oleh seorang ibu,
Ibu sosok yang tangguh dalam mengurus rumah tangganya, ibu adalah orang yang luar biasa,  mampu melakukan berbagai peran ganda sekaligus, bisa menjadi seorang dokter, guru, pengasuh, bagi anak-anaknya, dan berusaha jadi juru masak handal untuk keluarganya.

Ibu juga harus mampu memanajemen kehidupan dalam berumah tangga, harus mampu mengatur keuangan, dapur, pendidikan, kesehatan, dan juga rencana jangka panjang keluarga.



Begitu penting peran yang diembannya,ia
dituntut untuk jeli dalam mengatur berbagai kebutuhan keluarga dan juga membuat suasana rumah menjadi nyaman.

Seorang ibu kadang juga menjadi pembohong untuk suami dan anak-anaknya, kebohongan di sini adalah positif, contoh sepele adalah makan yang di dahulukan adalah suami dan anaknya,  yang jelas dalam segala hal seorang ibu lebih mengutamakan keluarga.
Seorang ibu juga sering menyembunyikan air mata dalam duka.

Ada sebuah hadits yang mengisahkan bahwa pernah ada seorang laki-laki datang menghadap Rasulullah SAW dan bertanya :
Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk saya berbuat baik kepadanya ? Rasulullah SAW menjawab : Ibumu.
Orang itu bertanya lagi : Kemudian siapa lagi ?
Rasulullah SAW menjawab : Ibu mu.
Orang itu bertanya lagi : Kemudian siapa lagi ? Rasulullah SAW menjawab : Ibumu.
Lalu orang itu bertanya lagi : 'Kemudian siapa lagi?
Rasulullah SAW menjawab : Kemudian ayahmu.(Bukhari dan Muslim).


Dalam hadits lain diterangkan,
Seorang laki-laki datang menghadap
Rasulullah SAW.
Lalu berkata :
Ya Rasulullah, saya ingin turut jihad berjuang menegakkan agama Allah.
Rasulullah SAW bertanya kepadanya, adakah ibumu masih hidup ?
Orang itu menjawab: ya
Lalu Rasulullah SAW bersabda :
Tetaplah engkau berada di dekat kaki ibumu itu, maka di sanalah syurga itu berada.
(At-Thabarany)

Jelaslah bahwa wanita yang menjadi ibu dalam Islam, amat tinggi nilainya dan derajatnya. Anak-anak dituntut untuk menghormatinya dan tidak boleh mengabaikannya walaupun dengan sebab dan tujuan yang lebih besar seperti berjihad, yang diutarakan seperti dalam hadits di atas. Untuk merealisasikan maksud hadits di atas bahwa syurga di dekat kaki ibu itu, tentu saja memerlukan ibu yang beriman, bertaqwa serta berilmu pengetahuan dan bijaksana lagi saleh.

Mari kita jaga dan sayangi kedua orang tua selagi beliau masih hidup, jangan sampai menyesal di kemudian hari. Karena orang tua selalu mengutamakan kebahagiaan anak dan anak belum tentu bisa membahagiakan orang tua.

#tugas nulis kabol 04
#day19
Lereng wilis 24022017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar